Dharmayukti Karini Cabang Bangil Peringati Isra Miraj
![]() |
Peringatan Isra Mi’raj yang jatuh setiap tanggal 27 Rajab merupakan salah satu hari besar umat Islam yang dirayakan setiap tahunnya di Indonesia. Tujuan diadakannya peringatan isra mi’raj sendiri adalah agar umat Islam memuliakan nabi Muhammad SAW atas pencapaian Beliau dalam meraih puncak spritualitasnya yaitu bertemu dengan Allah SWT di sidrotul muntaha. Untuk memperingat hal tersebut Dharmayukti Karini Cabang Bangil menggelar perayaan Isra Mi’raj pada hari Jum’at (19/03/2021).
Acara yang penuh berkah ini diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Hakim Pengadilan Agama Bangil Mulyadi, Lc., M.H.I. Ia menerangkan secara singkat peristiwa isra mi’raj dimana Nabi Muhammad SAW dengan mengendarai buraq diperjalankan dari Masjidil Haram di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi menuju Masjidil Aqso di Palestina yang jaraknya kurang lebih 1500 Kilometer. “Umat Islam saat itu sebagian ada yang murtad karena tidak percaya dengan hal tersebut, bagaimana mungkin perjalananan yang lazimnya ditempuh berbulan-bulan dengan mengendarai unta hanya dilakoni oleh Nabi Muhammad dalam waktu 1 malam termasuk naik ke luar angkasa hingga di atas langit ketujuh yaitu di sidratul muntaha,” ungkap Mulyadi.
![]() |
Begitu pula, tambahnya, untuk pergi ke luar angkasa saat ini sudah tidak asing lagi bagi manusia. Banyak negara di dunia yang sudah sering pergi ke luar angkasa dengan berbagai macam alat baik untuk penelitian, keperluan satelit maupun lainnya yang sangat besar manfaatnya seperti untuk memancarkan sinyal telepon genggam, radio, TV dan lainnya. Dijelaskan Mulyadi, Jika manusia tidak terinspirasi dari peristiwa isra mi’raj bisa jadi peradaban kita sekarang masih primitif karena tidak adanya sinyal, gelombang radio maupun lainnya.
Puncak dari peristiwa isra mi’raj ini adalah ketika Nabi Muhammad SAW bertemu dan berkomunikasi dengan Allah. Beliau diperintahkan oleh Allah SWT agar Beliau dan umatnya melaksanakan shalat 5 waktu dimana shalat adalah mi’rajnya orang beriman. Dengan shalat ketika kita mengangkat takbir seakan jiwa kita naik ke “sidrotul muntaha” dan saat membaca bacaan shalat maka kala itulah kita sebagai hamba Allah berkomunikasi denganNya melalui berbagai ayat dan bacaan yang artinya penuh doa dan sarat makna sebagaimana Rasulullah SAW dalam mi’rajnya.
Sebagai penutup Ia menguraikan tentang intisari peristiwa isra mi’raj, menurutnya hikmahnya adalah sebagai penghiburan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang baru saja ditinggalkan wafat orang-orang yang disayanginya. Bahwa ada cinta yang lebih sejati yaitu cinta kepada Allah SWT sehingga dengan pertemuan Beliau dengan Allah SWT tersebut maka Beliau telah meraih tingkat spritulitas tertinggi yang dengannya hati Beliau menjadi tenang, tenteram dan semakin bergelora dalam menyebarkan syiar Islam.
Hikmah lainnya adalah diperintahkannya shalat 5 waktu sehingga dengan shalat Umat Islam dilatih untuk disiplin dengan waktu, senantiasa bergerak secara berkala agar badan selalu sehat serta melatih ingatan dengan hitungan jumlah rakaat agar dengan itu umat Islam tidak mudah pikun. Banyak lagi hikmah-hikmah lainnya yang patut untuk kita renungkan dan hayati agar kita semakin cinta kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan merayaan isra mi’raj ini kita semua dapat terinspirasi untuk meraih spritulitas tertinggi dan dapat selalu melaksanakan shalat 5 waktu dengan ikhlas, sabar dan selalu mengharapkan keridhaanNya.
(Mul/Tim-red)
























Berita Terkait: