DUNIA MENANTI KEHADIRANNYA
Tanggal 12 Rabi’ul Awal tercatat dalam sejarah Islam sebagai hari kelahiran Nabi agung Muhammad SAW. Sebelum kelahirannya, kondisi dunia sangat memprihatinkan dengan maraknya prilaku manusia yang mencoreng peradaban. Hampir saja saat itu orang tidak bisa lagi membedakan antara baik dan buruk. Tidak pula bisa membedakan antara halal dan haram serta tidak ada aturan yang mereka jadikan sebagai acuan dalam kehidupan. Ukuran baik dan buruk hanya berdadsarkan nafsu dan keberanian masing-masing. Maka dari itu sering terjadi perampasan hak di antara mereka.
Hukum rimba berlaku, siapa yang kuat itulah yang menang. Dari kota sampai ke desa mewabah prilaku jahiliyah yang jauh dari prikemanusiaan. Mabuk mabukan akibat minuman keras hingga teler tidak sadarkan diri. Perzinahan terjadi di mana-mana hingga mengacaukan nasab keturunan manusia. Perjudian dengan segala bentuknya hingga membuat harta benda ludes dari pemiliknya. Mampu merampok harta milik orang lain dianggap sebagai kebanggaan. Perkelahian dan pembunuhan antar sesama menjadi hal yang biasa. Maksiat dan menkarat di seantero jagad raya menjadi tontonan lumrah.
Menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW dunia benar-benar telah mengalami kerusakan besar. Nafsu telah menjajah pandangan, pemikiran dan perasaan manusia. Membabi-butanya penjajah nafsu sehingga hilang rasa kemanusian dalam----
(Drs. H. Ahmad. Fanani, M.H.)
*Ketua PA Bangil






















Berita Terkait: