Klinik Jurnalistik Peradilan: Resep Jitu Sembuhkan Berita Peradilan yang Kaku
Banyak pemberitaan resmi dari peradilan selama ini terasa kaku, dingin, beralur monoton dan sulit dipahami oleh masyarakat luas. Kondisi kronis tersebut mengindikasikan adanya “penyakit” yang mendasar dalam cara penulisan berita, sehingga fungsi komunikasi publik lembaga hukum sering kali gagal berjalan optimal. Guna membedah situasi tersebut, Pemgadilan Agama Koordinator Wilayah (Korwil) Malang menggelar Pelatihan Menulis Berita secara virtual pada Senin (22/05/2026) yang diikuti oleh aparatur peradilan se-Koodinator Malang. Pembicara pada pelatihan ini adalah Dr. Ahmad Fauzi, S.H.I., M.H., Ketua Pengadilan Agama Probolinggo sekaligus Kolumnis Nasional, yang secara khusus membuka “Klinik Jurnalistik” guna mendiagnosa 23 jenis penyakit utama dalam penulisan berita peradilan.

Dr. Achmad Fauzi mengibaratkan kesalahan penulisan berita layaknya kondisi medis. Beliau menjelaskan banyak berita yang mengalami kalimat berlemak atau obesitas yakni dipenuhi kata mubazir seperti penggunaan “dalam rangka”, “pada saat”, atau “adapun tujuan daripada”. Solusi medisnya, adalah melakukan diet kata agar informasi bergerak ramping langsung ke pembaca. Penyakit akut lainnya yang sering dijumpai adalah Lead Kurang Darah (Anemia), dimana paragraf pembuka berita disusun lemah, tidak menyentak, dan hanya berisi laporan agenda seremonial yang membosankan.
Aparatur peradilan juga diingatkan untuk mewaspadai dislokasi struktur tulisan yaitu menyusun berita secara kronologis berdasrkan urutan acara daripada mendahulukan substansi peristiwa. Sebagai penawar, klinik jurnalistik ini melakukan penerapan pola klasik piramida terbalik menaruh fakta terpenting di bagian paling atas, diikuti penjelasan logis, dan detail tambahan di bagian akhir.
Melalui klinik jurnalistik ini, menjadi langkah awal koordinator wilayah Malang dalam meruntuhkan stigma kaku berita pengadilan agar berita pengadilan tampil lebih modern, sehat dan bertenaga dan mampu membawa makna nyata bagi masyarakat.






















Berita Terkait: